Panduan Tata Cara Sholat Hajat Beserta Keutamaan dan Doanya yang Mustajab

Pada tata cara sholat hajat yang tidak ada larangan waktu mengerjakan selain di waktu yang memang dilarang sholat, hal ini dimaksudkan kaum muslim dilarang mengerjakan setelah shalat subuh hingga matahari terbit dan juga setelah waktu asar hingga matahari terbenam.

Hanya saja, waktu terbaik yang bisa dikerjakan untuk sholat hajat adalah saat malam hari. Terutama pada pertengahan ataupun sepertiga akhir malam.

Tata cara sholat hajat tidak memiliki perbedaan dengan sholat-sholat lainnya. Hal yang membedakan terletak pada niatnya.

Dan tentunya sebelum melaksanakan sholat, setiap muslim maupun muslimat diharuskan suci dari hadas kecil ataupun hadas besar sebagai salah satu syarat sahnya sholat. Baik itu suci pakaian, tempat sholat, dan badan.

Simak tata cara sholat hajat lengkap yang mustajab yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber:

1. Niat Sholat Hajat

Niat pada  sholat hajat juga diucapkan dalam hati seperti pada umumnya. Karena yang terpenting ialah niat hanya semata karena Allah dengan hati yang ikhlas dan juga mengharap ridha-Nya. Dan berikut lafadzh niat shalat hajat: 

“Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat shalat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala” 

2. Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah

Urutan kedua dalam tata cara sholat hajat ialah membaca do’a iftitah setelah takbiratul ikhram. Berikut bunyi dari do’a iftitah:

“Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.”

Setelah membaca do’a iftitah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Karena apabila tidak membaca surat Al-Fatihah, maka sholatnya tidak sah. Sebab, Al-Fatihah merupakan bacaan wajib setiap sholat.

Baca Juga  A to Z dalam Mempersiapkan Pernikahan Impian di Pulau Dewata

3. Membaca Surat Pendek

Membaca suratan pendek dapat dilakukan dengan membaca surat yang biasa dibaca saat melakukan sholat. Namun pada tata cara sholat hajat ini, alangkah baiknya membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat pertama ataupun Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali.. Sedangkan untuk rakaat kedua kamu bisa membaca ayat kursi. 

4. Ruku dengan Tuma’ninah

5. Iktidal dengan Tuma’ninah

6. Sujud dengan Bacaan Tuma’ninah

7. Duduk di Antara Dua Sujud dengan Tuma’ninah

8. Sujud Kedua dengan Tuma’ninah

9. Melakukan Rakaat Kedua

Dalam melakukan rakaat kedua tata cara sholat hajat yang dilakukan sama dengan rakaat pertama. Namun pada rakaat kedua suratan pendek yang sebaiknya dibaca ialah ayat Kursi. Meskipun bisa membaca surat lainnya.

10. Salam

Setelah rakaat kedua selesai, bisa mengakhirinya dengan salam. Tapi, bila bila ingin melanjutkan sholat hajat, kamu bisa kembali berdiri setelah melakukan salam.

Setelah melaksanakan sholat hajat juga dianjurkan membaca doa-doa pada sholat hajat. Lebih baik lagi, bila melakukan sujud dengan maksud tadzallul setelah salam. Hal ini dimaksudkan merendahkan diri pada Allah Ta’ala.

Dan saat sujud ini dilakukan bisa membaca:

“Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.” Sebanyak 10 kali.

Setelahnya kamu membaca: “Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.” sebanyak 10 kali juga.

Terakhir, membaca doa keselamatan dunia dan akhirat:  “Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.”

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *